LAPORAN
HASIL OBSERVASI
”PENANGANAN ANAK
HYPERAKTIF’’
DISUSUN OLEH :
NUR MAYA SARI
1205125012
DOSEN PEMBINA :
RAHMAN, S.Pd, M.Pd
PENDIDIKAN ANAK
USIA DINI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MULAWARMAN
SAMARINDA
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
Anak merupakan karunia yang luar biasa dari Allah.
Syukur tiada henti pasti dilakukan oleh segenap orang tua yang bertakwa kepada
Allah. Melalui anak, Allah telah memberikan kepercayaan kepada hambanya dengan
menitipkan amanat kepada kedua orang tua. Anak juga merupakan buah cinta dalam
pernikahan. Akan tetapi takdir tidak dapat kita hindari. Jika Allah sudah
berkehendak, pastilah akan terjadi. Tidak semua anak yang dilahirkan secara
sempurna, baik kesehatannya, maupun akal pikirannya. Dari sisi takwa,
sebenarnya bagaimanapun kondisi anak yang dilahirkan, orang tua harus
menerimanya dengan penuh rasa syukur. Jika anak terlahir dalam kondisi
sakit/kelainan, berarti Allah menguji kesabaran kita. Jika kita berhasil
menjaga kesabaran, pasti keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah semakin
meningkat.
Saat ini, telah banyak berbagai macam jenis
penyakit/kelainan yang dapat kita temukan pada anak. Salah satunya adalah
kelainan hiperaktif. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai kelainan ini dirasa
perlu agar kita dapat menerima segala kondisi anak dan dapat mananganinya
dengan bijaksana.Anak yang tidak bisa berhenti bergerak sering dicap sebagai
anak hiperaktif. Padahal, ada perbedaan antara anak aktif dengan hiperaktif.
- RUMUSAN MASALAH
A. Apa
pengertian anak yang tidak bisa diam / Hyperaktif ?
B. Apa
penyebab anak menjadi tidak bisa diam / Hyperaktif ?
C. Bagaimana
cara mengenali anak yang tidak bisa diam / Hyperaktif ?
D. Bagaimana
cara mengatasi anak yang tidak bisa diam / Hyperaktif ?
BAB
II
DASAR
TEORI
- PENGERTIAN ANAK YANG TIDAK BISA DIAM / HYPERAKTIF
ADHD
(Attention Deficit Hyperactivity
Disorder) adalah gangguan
perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik
anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung
berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak
bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang
tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain
sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka
membuat keributan.